
Semarang – Kepolisian Daerah Jawa Tengah resmi mengakhiri pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026 pada Senin (15/2/2026) setelah berlangsung selama 12 hari. Operasi ini menjadi upaya intensif kepolisian dalam menciptakan ketertiban lalu lintas serta menekan angka pelanggaran di jalan raya.
Selama kegiatan berlangsung, aparat kepolisian menindak berbagai bentuk pelanggaran, mulai dari penggunaan knalpot yang tidak sesuai aturan hingga perilaku pengendara yang tidak disiplin. Selain penindakan, polisi juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih tertib dalam berkendara.
Operasi tersebut dilakukan melalui patroli rutin di sejumlah titik rawan kecelakaan dan ruas jalan strategis. Penegakan hukum lalu lintas dipadukan dengan langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran keselamatan di kalangan pengguna jalan.
Dengan berakhirnya Operasi Keselamatan Candi, Polda Jateng kini mengalihkan perhatian pada agenda berikutnya, yakni persiapan pengamanan arus mudik Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Pengamanan mudik menjadi fokus utama karena diperkirakan terjadi lonjakan kendaraan dalam waktu dekat.
Kabid Humas Polda Jateng menyampaikan bahwa hasil evaluasi dari operasi ini akan dijadikan dasar dalam menyusun strategi pengamanan mudik. Data pelanggaran serta lokasi rawan akan dipetakan untuk menentukan titik prioritas pengawasan.
Polda Jateng berharap pengalihan fokus ini dapat meningkatkan kesiapan menghadapi arus mudik, sehingga perjalanan masyarakat dapat berlangsung aman dan lancar. Kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keselamatan serta ketertiban lalu lintas di Jawa Tengah.






