Home » Gen Z Dinilai Rentan Dehidrasi dan Berisiko Alami Osteoporosis di Usia Muda
098947700_1666685245-young-woman-suffering-from-back-pain-t-shirt-skirt-looking-tired-front-view

Generasi Z disebut menghadapi ancaman kesehatan yang kerap luput disadari, yakni kurangnya asupan cairan dan mineral penting bagi tubuh. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada hidrasi sehari-hari, tetapi juga dapat memengaruhi kekuatan tulang hingga meningkatkan risiko osteoporosis sejak dini.

Sejumlah ahli menyoroti bahwa gaya hidup kurang aktif ditambah kebiasaan minum yang tidak cukup menjadi kombinasi yang berbahaya. Kekurangan cairan dapat mengganggu fungsi tubuh, termasuk berkurangnya cairan pelumas sendi yang berperan menjaga kelenturan dan kenyamanan saat bergerak.

Selain cairan, rendahnya konsumsi mineral seperti kalsium, magnesium, dan kalium juga menjadi perhatian utama. Mineral-mineral tersebut merupakan komponen penting dalam pembentukan serta pemeliharaan kepadatan tulang, sehingga kekurangannya bisa membuat tulang lebih rapuh.

Data menunjukkan sebagian besar Gen Z belum memenuhi kebutuhan cairan harian yang dianjurkan. Tak sedikit pula yang asupan mineralnya masih berada di bawah batas optimal, sehingga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang.

Para dokter menegaskan pentingnya aktivitas fisik untuk menjaga kekuatan tulang. Olahraga ringan hingga latihan beban dapat membantu mempertahankan massa tulang dan mencegah penurunan kekuatannya seiring bertambahnya usia.
Kebiasaan sehat sejak muda menjadi kunci utama untuk mencegah osteoporosis dini.

Dengan mencukupi kebutuhan cairan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta rutin bergerak, Gen Z dapat menjaga kesehatan tulang dan sendi hingga masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *