
Pati – Banjir yang masih melanda Kabupaten Pati memaksa warga menghadapi situasi tak biasa. Di salah satu desa, prosesi pemakaman harus dilakukan dengan cara alternatif karena seluruh akses jalan darat terendam air dan tidak dapat dilalui kendaraan.
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus. Seorang warga yang meninggal dunia harus diantar ke tempat pemakaman menggunakan perahu setelah mobil jenazah tidak mampu menjangkau lokasi akibat genangan banjir yang cukup dalam.
Kondisi ini membuat keluarga almarhum bersama warga sekitar berinisiatif memanfaatkan perahu sebagai satu-satunya sarana transportasi yang memungkinkan. Jenazah diangkut menyusuri genangan air dari rumah duka menuju area pemakaman.
Rute yang ditempuh sebenarnya merupakan jalan darat yang biasa dilalui kendaraan. Namun, banjir mengubah jalur tersebut menjadi hamparan air, sehingga perjalanan menuju pemakaman harus dilakukan melalui jalur air dengan jarak cukup jauh.
Momen pengantaran jenazah menggunakan perahu tersebut sempat terekam dan menyebar luas di media sosial. Banyak pihak menyoroti kondisi ini sebagai gambaran nyata dampak banjir yang belum tertangani sepenuhnya.
Kejadian tersebut sekaligus menunjukkan betapa besar pengaruh banjir terhadap kehidupan warga Pati. Selain menghambat aktivitas sehari-hari, bencana ini juga mengganggu prosesi penting masyarakat, termasuk pengantaran jenazah ke tempat peristirahatan terakhir. (TIM)






