
PATI — Meski tarifnya tergolong terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah, Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Bumirejo di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati masih belum banyak diminati. Data terbaru menunjukkan tingkat hunian rusunawa tersebut hanya sekitar 30 persen dari total unit yang tersedia.
Rusunawa yang dioperasikan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Pati memiliki 196 kamar yang disiapkan untuk masyarakat, terutama warga yang belum memiliki hunian layak atau yang terdampak proyek normalisasi di wilayah setempat.
Kepala UPTD Rusunawa Bumirejo Juwana, Mutadi, menyampaikan bahwa populasi penghuni rusun masih rendah meskipun fasilitas dan biaya sewa ditetapkan relatif murah. Tarif di rusun ini berkisar mulai dari Rp 195 ribu hingga Rp 270 ribu per bulan, tergantung lantai unit yang disewa.
Mutadi menyebut bahwa rusunawa dirancang sebagai solusi hunian sementara yang aman dan sehat yang dapat membantu warga menabung untuk masa depan, misalnya untuk membeli rumah sendiri. Namun kondisi okupansi yang rendah menunjukkan masih ada sejumlah tantangan dalam menarik minat warga untuk tinggal di hunian vertikal ini.
Para pengelola berharap pemerintah daerah dan masyarakat dapat bekerja sama meningkatkan pemanfaatan rusunawa, agar fasilitas publik tersebut tidak hanya berdiri tetapi juga dimanfaatkan secara maksimal sebagai jawaban kebutuhan hunian layak di Pati.
Sumber: TribunBanyumas.com / infojateng.id (dihimpun dari laporan terkait kondisi Rusunawa Bumirejo, Kecamatan Juwana).






