
Pemerintah pusat mulai menyiapkan fasilitas hunian darurat untuk warga yang terdampak bencana banjir dan longsor di berbagai wilayah Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penanganan ini dilakukan sebagai langkah cepat setelah banyak rumah warga mengalami kerusakan parah akibat bencana tersebut.
BNPB bersama Kemenko PMK memastikan bahwa selain pembangunan hunian sementara, pemerintah juga mempercepat penyaluran bantuan logistik, layanan kesehatan, dan pemulihan infrastruktur dasar. Seluruh upaya diarahkan untuk mengurangi beban para korban serta mempercepat proses pemulihan kondisi wilayah terdampak.
Presiden telah memberikan instruksi agar seluruh kementerian dan lembaga terkait mengoptimalkan penanganan bencana. Mulai dari evakuasi korban, distribusi kebutuhan pokok, hingga pembenahan akses jalan dilakukan secara terkoordinasi di masa tanggap darurat.
Di sejumlah daerah yang aksesnya terputus, pemerintah berupaya membuka kembali jalur transportasi baik dengan perbaikan langsung maupun melalui bantuan udara jika kondisi darat masih sulit dijangkau. Langkah ini dilakukan agar suplai bantuan bisa menjangkau masyarakat tanpa hambatan.
Dukungan dari organisasi kemanusiaan seperti Save the Children Indonesia juga turut membantu pemulihan. Mereka menyalurkan perlengkapan hunian sementara, air bersih, serta bantuan dasar lainnya yang difokuskan pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi dengan lebih baik. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi bencana lanjutan dan mengikuti arahan resmi dari BNPB untuk menjaga keselamatan. (TIM)







